Hukum, Kriminal, News

Kutai Kartanegara – Jajaran Polsek Loa Kulu berhasil mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dalam operasi yang digelar di wilayah Desa Jonggon, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kapolsek Loa Kulu, AKP H Hari Supranoto, menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut terjadi pada Jumat (17/4/2026) malam sekitar pukul 21.00 Wita di Dusun Makarti, Kelurahan Jonggon Jaya.
“Pengungkapan ini berawal saat anggota melaksanakan kegiatan operasi BBM subsidi di wilayah Jonggon. Sekitar pukul 20.43 Wita, petugas mencurigai sebuah kendaraan yang melaju kencang di jalan poros Jonggon, kemudian dilakukan penghentian dan pemeriksaan,” ujar Kapolsek.
Saat dilakukan pengecekan, petugas menemukan sebanyak 10 jerigen berkapasitas 35 liter yang berisi BBM subsidi jenis Pertalite di dalam mobil Toyota Kijang Krista warna silver yang dikendarai terduga pelaku.
Terduga pelaku diketahui berinisial B (50), seorang wiraswasta asal Tenggarong. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku BBM tersebut dibeli dari SPBU Jahab Km 14 dengan total pembelian sekitar Rp 3,5 juta dan rencananya akan dijual kembali dengan harga Rp 12.500 per liter.
“Yang bersangkutan mengaku membeli BBM subsidi dalam jumlah besar untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Tindakan ini jelas merupakan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi,” tegas Kapolsek.
Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 10 jerigen berisi Pertalite, 3 jerigen kosong, satu unit mobil Kijang Krista, selang bening, corong, serta satu unit pompa air berbahan besi.
Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Loa Kulu guna proses hukum lebih lanjut. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dan melengkapi administrasi penyidikan.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, terkait penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM bersubsidi.
Kapolsek menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi di wilayah hukum Polsek Loa Kulu guna mencegah praktik serupa.
“Kami berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan BBM subsidi agar tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat,” pungkasnya. (*)
IKN, Kaltim, Kesehatan, News

NUSANTARA - Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Kalimantan Timur periode 2025–2028 resmi dilantik di Ibu Kota Nusantara, Sabtu (18/4/2026). Pelantikan yang digelar di Ruang Multifunction Hall Kemenko 4 IKN ini menjadi momentum penguatan kolaborasi dalam meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak di Kalimantan Timur, khususnya di kawasan IKN.
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyambut baik pelantikan tersebut dan menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun layanan kesehatan yang inklusif dan berkualitas.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, dalam sambutannya mewakili Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, menyampaikan bahwa kepengurusan baru POGI Kaltim diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah, terutama dalam menghadirkan standar layanan kesehatan ibu dan anak kelas dunia di Nusantara.
Ia juga menekankan pentingnya pemerataan akses layanan kesehatan reproduksi di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Menurut dia, peran tenaga medis menjadi krusial untuk memastikan setiap lapisan masyarakat memperoleh layanan dengan kualitas yang setara.
Selain itu, Alimuddin mendorong penguatan inovasi dan edukasi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan. Ia menegaskan bahwa peluang kerja sama antara Otorita IKN dan organisasi profesi terbuka luas.
“Pintu kerja sama antara Otorita IKN dengan organisasi profesi seperti POGI terbuka lebar. Mari kita jadikan momentum pelantikan ini sebagai langkah awal untuk berkolaborasi lebih erat demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Alimuddin.
Ketua POGI Cabang Kalimantan Timur yang baru, dr. Noviana Indarti, Sp.O.G., Subsp. Obginsos, M.H., M.M., FISQua, menyampaikan apresiasi atas dukungan Otorita IKN dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat membawa POGI Kaltim memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dukungan semua pihak sangat kami harapkan agar POGI Kaltim tidak hanya menjadi organisasi profesi, tetapi juga menjadi berkat bagi masyarakat di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP POGI, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.O.G., Subsp. F.E.R., MPH., FRANZCOG (Hons)., FICRM, menegaskan pentingnya kolaborasi tanpa sekat dalam mendukung pembangunan sistem kesehatan di IKN.
Menurut dia, konsep pembangunan IKN yang terintegrasi membuka peluang kolaborasi lintas kementerian dan lembaga tanpa batasan administratif, sehingga dapat mempercepat peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran organisasi profesi dalam mendukung pembangunan ekosistem kesehatan yang berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara dan Kalimantan Timur secara luas.
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
Migas, News, Peristiwa

Kutai Kartanegara – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil mengevakuasi tujuh nelayan yang terombang-ambing di tengah perairan Selat Makassar selama dua hari karena kapal mereka mengalami kerusakan mesin parah. Lokasi nelayan dan kapal saat diselamatkan pada Kamis, 9 April 2026 pekan lalu berada sekitar dua mil atau tiga koma dua kilometer dari daratan pesisir kampung Muara Keili, Desa Tani Baru, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Mesin kapal mereka patah di area laut GTS-Q ketika dalam perjalanan dari Samarinda menuju Sepatin.
Setelah mesin mati, para nelayan berusaha mencari titik sinyal telepon untuk meminta bantuan. Namun tak kunjung membuahkan hasil. Dua hari berselang, sekitar pukul 19.00 WITA, kabar itu sampai kepada patroli keamanan PHM yang sedang bertugas. Meski titik koordinat nelayan berada di luar parameter wilayah patroli rutin, tim keamanan Perusahaan segera mengambil langkah cepat melalui koordinasi dengan tim unit Maritim dan Marine. Izin penyisiran pun segera diberikan atas dasar misi kemanusiaan.
Dengan kapal Patroli Ruhen 27, personel tim keamanan PHM menyisir radius wilayah dua kilometer persegi. Setelah satu jam, tim patroli akhirnya menemukan kapal nelayan yang terombang-ambing tersebut. Tim segera menggandeng kapal nelayan dan mengevakuasi seluruh korban menuju Kampung Muara Ilo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan tempat yang lebih aman.
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan evakuasi para nelayan tersebut. “Alhamdulillah, ketujuh nelayan tersebut ditemukan dalam keadaan selamat meskipun mereka terombang-ambing di laut dengan bekal makanan dan minuman yang terbatas,” ungkapnya. Menurutnya, langkah dan keberhasilan penyelamatan para nelayan ini menjadi bukti kepedulian sosial Perusahaan dan budaya keselamatan untuk melindungi personel Perusahaan maupun masyarakat sekitar.
Di PHM, personel keamanan terlatih dan selalu siaga untuk mengatasi kondisi darurat, melakukan koordinasi yang presisi, hingga mengikuti standar keamanan maritim. "Bagi kami, keselamatan adalah nilai mutlak yang tidak mengenal batas wilayah operasional. Apa yang dilakukan oleh tim di lapangan adalah cerminan dari komitmen yang tinggi terhadap keselamatan operasi, masyarakat, dan lingkungan," tutur Setyo. (*)

