, ,


    Kutai Kartanegara – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menerima Kunjungan Kerja Komisi I DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ke Lapangan South Procesing Unit (SPU) yang berlokasi di Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, pada Sabtu (24/01/2026). Kunjungan kerja ini bertujuan untuk meninjau pengelolaan operasi dan produksi industri hulu minyak dan gas bumi di lapangan langsung.

    Dalam kunjungan kerja ke Lapangan SPU tersebut, Komisi I DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara yang dipimpin Wakil Ketua Komisi I, Wandi, S.E., ingin memastikan keberlanjutan kebermanfaatan operasi hulu migas bagi masyarakat sekitar dan lingkungan, sekaligus menegaskan komitmen DPRD Kabupaten Kutai kartanegara dalam mendukung kinerja PHM.


    Site Manager Lapangan SPU Teddy Indrawan menyampaikan paparan seputar kinerja operasional hulu migas, pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di sekitar wilayah operasi, serta berbagai upaya efisiensi dan keberlanjutan lingkungan, termasuk program budidaya mangrove yang melibatkan beragam pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi Perusahaan. Teddy juga menegaskan komitmen Lapangan SPU dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui produksi migas yang dihasilkan, serta komitmen untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan wilayah pesisir Kutai Kartanegara.

    Lebih lanjut, dalam pemaparan kinerja, Teddy menekankan bahwa PHM mengedepankan inovasi dan penerapan teknologi, keberlanjutan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, Lapangan SPU menjadi contoh bagaimana pengelolaan operasi hulu migas dapat berjalan selaras dan harmonis dengan kehidupan masyarakat pesisir di Kutai Kartanegara.

    Menanggapi paparan tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kukar, Wandi, S.E. menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan inovasi PHM dalam menjalankan operasi dan produksi migas, menjaga keberlanjutan lingkungan, melaksanakan program CSR, serta melibatkan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja. Ia berterima kasih kepada perusahaan yang telah menyerap tenaga kerja lokal, sehingga dapat mendukung peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

    Wandi juga menambahkan bahwa program CSR PHM, khususnya di bidang pendidikan, memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah pesisir Kutai Kartanegara. Ia menutup dengan harapan agar sinergi antara PHM, Pemerintah Daerah, dan DPRD dapat terus diperkuat guna mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Head Communication Relations & CID PHM, Achmad Krisna Hadiyanto menyampaikan komitmen Perusahaan ntuk terus mendukung pengembangan kapasitas dan kemandirian masyarakat melalui beragam program tanggung jawab sosial dan lingkungan atau CSR. Achmad pun menegaskan pentingnya kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar kehadiran operasi hulu migas dapat terus memberikan manfaat yang besar dalam menyediakan energi serta mendorong pembangunan Indonesia.

    Menurutnya, kunjungan kerja ini mencerminkan kuatnya komitmen PHM dan DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara dalam membangun sinergi yang berkelanjutan, berlandaskan transparansi, profesionalisme, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. ”Kolaborasi ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan operasi hulu migas, memenuhi kebutuhan energi nasional, sekaligus memastikan manfaatnya dirasakan secara nyata oleh masyarakat pesisir Kutai Kartanegara, seiring dengan kontribusi dalam mendukung Asta Cita Pemerintah dan pembangunan daerah,” pungkasnya. (*)

    ,


    NUSANTARA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menjalin kerja sama dengan Sekretariat Kerja Kantor Bersama Bank Indonesia dalam penyelenggaraan pelatihan peningkatan kapasitas petani kopi liberika di kawasan Agro Wisata Sukaraja, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan ekonomi lokal melalui peningkatan kualitas dan daya saing komoditas unggulan masyarakat di wilayah penyangga IKN.

    Pelatihan berlangsung intensif selama dua hari dan diikuti oleh lebih dari 20 petani kopi lokal yang berasal dari Desa Sukaraja, Desa Semoi, dan Desa Tengin Baru. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman teknis petani terhadap pengelolaan kopi secara menyeluruh, sekaligus mendorong penerapan standar mutu dalam rantai produksi kopi lokal.

    Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN, Setia Lenggono, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas petani agar mampu menghasilkan produk kopi berkualitas tinggi dan berdaya saing. “Penguatan kapasitas petani menjadi kunci dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar IKN. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan petani memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, khususnya dalam proses pascapanen, sehingga kualitas kopi lokal dapat meningkat secara konsisten dan memiliki nilai tambah di pasar,” ujar Setia Lenggono.

    Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN, Syachman Perdymer, menyampaikan bahwa BI mendukung ketahanan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM salah satunya adalah potensi kopi liberika di wilayah IKN.

    Pelatihan dimentori langsung oleh Edi Kuncoro dari P4S Rubath Kopi Jombang, seorang petani kopi sekaligus pengajar asal Jombang, Jawa Timur. Dalam sesi teori dan praktik, peserta dibekali contoh best practice mulai dari proses panen, sortasi, fermentasi, produksi, hingga pemasaran. Fokus utama pelatihan diarahkan pada peningkatan standardisasi kualitas, mengingat proses pascapanen yang tepat sangat krusial untuk menjaga konsistensi rasa dan aroma kopi. Kesalahan kecil dalam tahapan ini dapat menurunkan kualitas bahkan merusak potensi genetik biji kopi terbaik.

    Edi Kuncoro menekankan pentingnya disiplin dalam setiap tahapan pengolahan kopi. “Kualitas kopi ditentukan dari hal-hal kecil yang sering dianggap sepele, mulai dari waktu panen, kebersihan saat sortasi, hingga kontrol fermentasi. Jika proses pascapanen dilakukan dengan benar dan konsisten, petani bisa menghasilkan kopi dengan karakter rasa yang stabil dan layak masuk kategori specialty grade , yang tentu memiliki nilai jual jauh lebih tinggi,” ungkapnya.

    Salah satu peserta, Bagio, petani kopi asal Desa Tengin Baru, mengaku mendapatkan banyak pembelajaran praktis dari pelatihan ini.

    “Selama ini kami mengolah kopi berdasarkan kebiasaan turun-temurun. Dari pelatihan ini, saya jadi paham tahapan pascapanen yang benar dan bagaimana menjaga kualitas supaya rasa kopinya konsisten. Ini membuka peluang bagi kami untuk menjual kopi dengan harga yang lebih baik,” ujarnya.

    Melalui kolaborasi ini, Otorita IKN mendorong terbangunnya ekosistem pertanian kopi yang lebih profesional dan berkelanjutan di wilayah penyangga IKN. Peningkatan kapasitas petani diharapkan mampu memperkuat kualitas produk lokal, memperluas akses pasar, serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, sejalan dengan komitmen pembangunan IKN yang inklusif dan berbasis pemberdayaan ekonomi lokal.

    Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

    , ,

    Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra tinjau pasukan Operasi Keselamatan Mahakam 2026
    (Dok. Humas Polres Kukar)

    KUTAI KARTANEGARA – Polres Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Mahakam Tahun 2026, di halaman Markas Komando (Mako) Polres Kukar, Senin (2/2/2026) pagi.

    Apel Gelar Pasukan yang mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman dan selamat menjelang pelaksanaan Ops Ketupat 2026.” dipimpin langsung oleh Wakapolres Kukar, Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra. 

    Usai pemeriksaan pasukan, Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra melakukan penyematan pita kepada perwakilan peserta upacara sebagai tanda dimulainya Operasi Keselamatan Mahakam 2026.

    Dalam amanatnya, Wakapolres menyampaikan bahwa Apel Gelar Pasukan ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung

    “Sehingga pelaksanaan Operasi Keselamatan Mahakam Tahun 2026 dapat berjalan secara optimal dan efektif,” ujarnya.

    Disampaikan Wakapolres, Operasi Keselamatan Mahakam 2026 merupakan operasi kepolisian kewilayahan terpusat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Operasi ini berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 Februari hingga 15 Februari 2026, dengan dukungan fungsi kepolisian lainnya serta instansi terkait.

    “Operasi ini bertujuan meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan, serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Kutai Kartanegara,” tambahnya.

    Berdasarkan data dua tahun terakhir, Wakapolres memaparkan adanya peningkatan pelanggaran lalu lintas. Pada tahun 2024 tercatat 5 kasus tilang, sementara pada 2025 meningkat menjadi 137 kasus atau naik 274 persen. Pelanggaran berupa teguran juga mengalami kenaikan dari 1.072 kasus pada 2024 menjadi 1.375 kasus pada 2025.

    Meski demikian, angka kecelakaan lalu lintas menunjukkan penurunan. Pada 2024 tercatat 1 kejadian kecelakaan dengan 1 korban luka berat, sedangkan pada 2025 tidak tercatat kejadian kecelakaan maupun korban luka berat.

    “Kenaikan pelanggaran ini dipengaruhi oleh rendahnya disiplin dan kesadaran berlalu lintas, meningkatnya intensitas penegakan hukum, bertambahnya volume kendaraan dan mobilitas masyarakat, serta masih kurangnya sosialisasi dan edukasi,” jelasnya.

    Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dan pemberdayaan seluruh stakeholder guna menciptakan situasi Kamseltibcarlantas yang kondusif dan berkelanjutan.

    Dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Mahakam 2026, Polres Kutai Kakar mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan represif terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Adapun sasaran prioritas operasi meliputi penggunaan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm SNI, berkendara dalam pengaruh alkohol, melawan arus, melebihi batas kecepatan, tidak menggunakan sabuk pengaman, penggunaan knalpot tidak standar, serta aksi balapan liar.

    “Melalui Operasi Keselamatan Mahakam 2026 ini, diharapkan dapat meningkatkan budaya disiplin dan tertib berlalu lintas serta kepatuhan masyarakat terhadap keselamatan diri dan orang lain, sehingga angka pelanggaran dan fatalitas kecelakaan lalu lintas dapat terus ditekan,” tutup Wakapolres.(MM)


Top