, ,


    PWI Kukar berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Kersik gelar pelatihan jurnalistik dan literasi
    (Dok. PWI Kukar)

    KUTAI KARTANEGARA — Kolaborasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutai Kartanegara bersama Pemerintah Desa Kersik diwujudkan melalui pelatihan jurnalistik dan literasi di Sekretariat Pokdarwis Pantai Biru, Kecamatan Marangkayu, Minggu (3/6/2026).


    Kegiatan bertema “Membangun Budaya Literasi dan Kemampuan Jurnalistik sebagai Fondasi Informasi yang Akurat dan Bertanggung Jawab” ini diikuti anggota Pokdarwis, pemuda, dan masyarakat desa. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan literasi di tengah derasnya arus informasi digital.

    Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo, menilai pelatihan ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menulis dan menyampaikan informasi secara benar.

    “Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Desa Kersik dan PWI Kukar dalam memperkuat kemampuan masyarakat menyampaikan informasi secara akurat,” ujarnya.

    Ia menegaskan, penguatan literasi penting agar masyarakat tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga memahami kaidah jurnalistik yang baik.

    “Kami ingin berbagi pengetahuan agar masyarakat mampu menyampaikan informasi secara tepat dan bertanggung jawab,” lanjutnya.

    Menurutnya, potensi Desa Kersik sangat besar dan perlu didukung dengan kemampuan pengemasan informasi agar dikenal lebih luas.

    “Potensi desa ini sangat luar biasa, mulai dari perikanan, UMKM, hingga pariwisata,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Desa Kersik, Jumadi, mengapresiasi pelatihan tersebut sebagai upaya peningkatan sumber daya manusia di desa, khususnya di era media sosial.

    “Saat ini siapa pun bisa menjadi penyampai informasi, tetapi sering kali kontennya tidak terkontrol. Karena itu, masyarakat perlu dibekali kemampuan yang benar,” ujarnya.

    Ia berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kemampuan menulis masyarakat sekaligus mendorong promosi potensi desa secara positif.

    “Melalui pelatihan ini, masyarakat bisa memahami cara penulisan yang benar dan mampu mengangkat potensi desa,” tutupnya.

    Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya literasi di desa serta mendorong masyarakat lebih aktif menyebarkan informasi yang akurat dan bermanfaat.

    Sumber: PWI Kutai Kartanegara

    , ,

    Ketua PWI Kukar Andi Wibowo tanam pohon cemara didampingi anggotanya dan Kades Kersik
    (Dok. PWI Kukar) 

    KUTAI KARTANEGARA — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Pemerintah Desa Kersik menggelar aksi penghijauan di kawasan pesisir Pantai Biru, Desa Kersik, Kecamatan Marangkayu, Minggu (3/5/2026).

    Kegiatan penanaman pohon cemara ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pantai dari ancaman abrasi.

    Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo, menyebut aksi ini sebagai langkah nyata dalam konservasi pesisir yang juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat.

    “Penanaman ini diharapkan mampu memperkuat konservasi lingkungan sekaligus membantu menahan abrasi air laut,” ujarnya.

    Ia menambahkan, upaya tersebut juga merupakan investasi jangka panjang agar kawasan pantai tetap lestari dan bermanfaat bagi masyarakat.

    “Ini langkah jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan kawasan pesisir,” tambahnya.

    Kepala Desa Kersik, Jumadi, mengatakan penghijauan menjadi bagian dari program berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk perusahaan dan masyarakat.

    “Harapannya, pantai menjadi lebih hijau dan teduh sehingga pengunjung merasa nyaman,” jelasnya.

    Menurutnya, kondisi pantai yang asri akan meningkatkan daya tarik Pantai Biru sebagai destinasi wisata sekaligus mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

    Ia juga menegaskan bahwa kegiatan serupa rutin dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor.

    “Kegiatan ini melibatkan PWI, Pertamina, PHKT, serta masyarakat,” katanya.

    Jumadi mengingatkan pentingnya perawatan pascatanam agar pohon dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang.

    “Menanam saja tidak cukup, perawatan menjadi kunci agar tanaman bisa tumbuh dengan baik,” pungkasnya.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga pesisir terus meningkat, sekaligus memperkuat fungsi Pantai Biru sebagai kawasan wisata yang berkelanjutan.

    Sumber: PWI Kutai Kartanegara

    , ,

    Tim SAR gabungan evakuasi jasad Rizal yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Muara Badak
    (Foto: Istimewa)

    Kutai Kartanegara — Upaya pencarian terhadap nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Muara Badak Ulu akhirnya membuahkan hasil. Muhammad Rizal (33) ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada hari kedua operasi pencarian, Jumat (1/5/2026), dalam kondisi meninggal dunia.


    Sebelumnya, korban dilaporkan terseret arus saat menjaring udang di perairan Muara Badak Ulu. Kuatnya arus diduga menjadi penyebab korban tidak mampu menyelamatkan diri saat kejadian.

    Memasuki hari kedua, operasi pencarian diawali dengan briefing pada pukul 07.00 WITA guna menentukan strategi penyisiran. Tim kemudian melakukan pencarian di area seluas kurang lebih 2 nautical mile persegi (NM²) di sekitar lokasi kejadian, dengan fokus penyisiran mengarah ke hilir mengikuti arus.

    Komandan SRU, Nur Ngalim, menjelaskan bahwa korban berhasil ditemukan pada pukul 07.50 WITA.

    “Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada jarak sekitar 200 meter dari lokasi awal kejadian ke arah hilir, tepatnya di koordinat 0°20'53.0"S dan 117°27'07.4"E. Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.

    Setelah proses evakuasi selesai, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 08.30 WITA. Berdasarkan hasil evaluasi, operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.

    Dalam operasi tersebut, sejumlah peralatan dikerahkan, di antaranya rescue car, rubber boat Basarnas, perahu milik BPBD Kutai Kartanegara, speed boat TNI AL Marang Kayu, perahu Disdamkar Muara Badak, serta armada milik warga dan nelayan setempat. Tim juga menggunakan perlengkapan pendukung seperti peralatan SAR air, peralatan selam, komunikasi, dan medis.

    Unsur yang terlibat dalam operasi ini meliputi Tim Rescue Basarnas Balikpapan, TNI AL Marang Kayu, BPBD Kutai Kartanegara, Disdamkar Muara Badak, relawan dari Kukar dan Samarinda, keluarga korban, serta masyarakat nelayan sekitar.

    “Kami mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat yang telah bekerja maksimal dalam operasi ini hingga korban berhasil ditemukan,” tambah Ngalim.

    Selama proses pencarian, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan, seperti gelombang yang cukup besar serta potensi bahaya dari habitat hewan liar seperti buaya. Meski demikian, operasi berjalan lancar hingga korban berhasil ditemukan. (*)


Top