, ,

    Polsek Loa Kulu ungkap jaringan peredaran ganja seberat 3,3 kg dan mengamankan 7 tersangka
    (Foto: Fairuz)

    Kutai Kartanegara – Polsek Loa Kulu berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis ganja dengan barang bukti mencapai 3.315,96 gram atau sekitar 3,3 kilogram. Pengungkapan ini menjadi yang terbesar yang pernah dilakukan Polsek Loa Kulu dan tercatat sebagai pengungkapan ganja terbesar di wilayah hukum Polda Kalimantan Timur pada periode tersebut.

    Hal ini disampaikan Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto saat pemusnahan barang bukti ganja,, Rabu (03/06/2026). Ia mengatakan, kasus tersebut merupakan salah satu dari lima perkara narkotika yang berhasil diungkap jajarannya sepanjang tahun ini.

    "Untuk Polsek Loa Kulu, sampai dengan bulan ini kami telah berhasil mengungkap lima perkara narkotika. Kasus ganja dengan barang bukti kurang lebih tiga kilogram ini merupakan salah satu dari lima perkara tersebut," ujarnya.

    Kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan transaksi ganja di wilayah Jalan Dr. FL Thobing, Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu, pada 7 Maret 2026. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Kolomonggo Unit Reskrim Polsek Loa Kulu melakukan penyelidikan dan mengamankan dua orang yang kedapatan membawa empat linting ganja siap pakai yang disembunyikan dalam kotak rokok.

    Dari hasil pemeriksaan, polisi kemudian melakukan pengembangan hingga berhasil mengamankan sejumlah tersangka lain di wilayah Tenggarong dan Samarinda. Dalam rangkaian pengungkapan tersebut, petugas menemukan puluhan bungkus ganja kering, alat timbang digital, plastik klip, serta berbagai barang bukti lain yang digunakan dalam aktivitas peredaran narkotika.

    Pengembangan kasus berlanjut ke Kota Samarinda. Pada 9 Maret 2026, petugas menggerebek sebuah rumah kos di kawasan Sempaja Timur dan mengamankan dua orang tersangka beserta barang bukti ganja seberat 185 gram. Dari hasil interogasi, polisi kembali melakukan pengembangan dan menemukan sekitar tiga kilogram ganja yang disimpan di sebuah indekos di kawasan Loa Janan Ilir.

    Total ada 7 tersangka yang diamankan dan 1 orang diantaranya merupakan WNA asal Afganistan. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 111 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana berat karena diduga terlibat dalam kepemilikan dan peredaran narkotika golongan I dalam bentuk tanaman.

    AKP Hari Supranoto menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak hanya menunjukkan komitmen kepolisian dalam penegakan hukum, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di masyarakat.

    "Kami memberikan penekanan kepada anggota Reskrim agar semaksimal mungkin melakukan pengungkapan kasus, sekaligus mengedepankan upaya pencegahan. Jadi selain penegakan hukum, kami juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba."

    Menurutnya, dalam setiap penanganan perkara narkotika, kepolisian tidak hanya berfokus pada aspek penindakan, tetapi juga memperhatikan kondisi pelaku melalui mekanisme asesmen.

    "Ada yang memang merupakan pelaku tindak pidana dan ada pula yang dapat diarahkan untuk menjalani rehabilitasi. Hal itu ditentukan setelah dilakukan asesmen untuk mengetahui apakah yang bersangkutan merupakan korban penyalahgunaan narkotika atau pelaku yang harus dikenakan pasal dalam Undang-Undang Narkotika."

    Kapolsek juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berperan dalam memerangi narkoba. Menurutnya, pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh kepolisian semata.

    "Kami mengingatkan kepada para orang tua, pelajar, guru, serta seluruh elemen masyarakat bahwa memerangi narkoba tidak bisa dilakukan sendiri oleh kepolisian. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga masyarakat secara luas."

    Ia menambahkan, para pelaku peredaran maupun pengguna narkoba kerap berupaya menyamarkan aktivitasnya agar tidak terdeteksi aparat maupun lingkungan sekitar.

    "Kita harus bersinergi karena para pelaku maupun pengguna narkoba sering kali berupaya menyamarkan aktivitasnya dan menormalisasi perilaku tersebut agar dapat terus menjalankan kegiatannya tanpa terdeteksi."

    Melalui pemusnahan barang bukti yang dilakukan, Polsek Loa Kulu berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya narkoba dan tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungannya.

    "Apabila mengetahui adanya penyalahgunaan atau peredaran narkotika, silakan segera laporkan kepada kami. Nantinya akan kami lakukan penanganan sesuai dengan kondisi yang ada, apakah direkomendasikan untuk rehabilitasi atau dilakukan penegakan hukum apabila terbukti sebagai pengedar," pungkas AKP Hari Supranoto. (*)

    , ,


    Balikpapan — PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali mencatatkan pencapaian penting dalam Proyek Pengembangan Lapangan Migas Manpatu. Pada 27 Mei 2026, PHM berhasil menyelesaikan pemasangan jacket dan topside Platform Offshore Manpatu. Proyek Manpatu merupakan pengembangan temuan sumur eksplorasi di kawasan lepas pantai South Mahakam, sekitar 35 kilometer dari pesisir Balikpapan. Kalimantan Timur.

    Penyelesaian pemasangan platform merupakan kelanjutan dari sejumlah tahapan Proyek yang telah berlangsung sejak April 2026. Tahapan tersebut diawali dengan Sail Away Jacket pada 8 April 2026, dilanjutkan dengan load out dan sail away topside dari fasilitas fabrikasi PT Meindo Elang Indah, di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 17 April 2026, serta Sail Away Topside final pada 30 April 2026.

    Salah satu pekerjaan paling krusial dalam proyek ini adalah pelaksanaan heavy lifting activities yaitu proses pengangkatan dan pemasangan topside berbobot sekitar 1.000 ton ke posisi atas struktur jacket secara presisi di lepas pantai. Seluruh rangkaian pekrjaan berhasil dilaksanakan sesuai rencana melalui kolaborasi berhasil solid antara tim proyek PHM, kontraktor, mitra kerja, dan dukungan para pemangku kepentingan.

    General Manager PHM, Setyo Sapto Edi menjelaskan bahwa Proyek Pengembangan Lapangan Migas Manpatu merupakan wujud komitmen Perusahaan untuk terus berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi demi keberlanjutan produksi migas Perusahaan yang penting dalam mendukung ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia. “Di PHM, kami berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi untuk menemukan sumber daya baru, menambah cadangan, dan menjaga keberlanjutan produksi minyak bumi dan gas alam (migas) dari wilayah Kalimantan untuk puluhan tahun mendatang,” ujarnya.

    Proyek ini, menurut Setyo, mendapat dukungan penuh dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku induk perusahaan dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). “Keberhasilan pemasangan jacket dan topside Platform Offshore Manpatu merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan proyek secara selamat, andal, dan sesuai target. Pencapaian ini menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keberlanjutan operasi dan mendukung peningkatan produksi migas nasional.” tutur Edi.

    Pada proyek ini, Perusahaan menerapkan pengawasan ketat, manajemen risiko yang terstruktur, serta budaya keselamatan kerja yang disiplin di seluruh tahapan pekerjaan sehingga Proyek dapat diselesaikan dengan kinerja HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) yang baik. “Sepanjang pelaksanaan proyek, aspek keselamatan menjadi prioritas utama”, imbuhnya.

    Platform Offshore Manpatu dirancang untuk mendukung kegiatan produksi dan pengembangan lapangan di wilayah kerja Mahakam. Setelah beroperasi, Proyek ini diproyeksikan mampu menambah produksi gas hingga 80 juta kaki kubik per hari (MMSCFS) atau sekitar 20 persen dari total produksi Mahakam di tahun 2027 nanti.

    Selanjutnya, PHM akan segera melanjutkan tahapan-tahapan berikutnya, meliputi pemasangan riser dan subsea spool, hook-up, hingga commissioning, guna memastikan platform dapat beroperasi secara optimal pada Q1 2027. Keberhasilan proyek ini semakin menegaskan peran strategis PHM dalam mendukung target produksi migas nasional dan mewujudkan ketahanan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia.

    , ,


    NUSANTARA – Ribuan pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara memadati kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam ajang Half Marathon Run perdana yang diselenggarakan oleh SwissĂ´tel Nusantara by Accor bersama Otorita Ibu Kota Nusantara pada Minggu (10/05/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menegaskan hadirnya ruang publik yang semakin hidup di IKN serta memperlihatkan kesiapan infrastruktur Nusantara.

    Ajang yang menghadirkan kategori 5K, 10K, dan 21K ( half marathon ) ini diikuti sekitar 1.500 peserta. Para pelari melintasi sejumlah kawasan strategis di KIPP IKN, mulai dari Plaza Bhinneka Tunggal Ika, Kantor Otorita IKN, RS Kemenkes, Hunian ASN 1, RS Abdi Waluyo, RS Mayapada, Training Center PSSI, Istana Negara, hingga kawasan Kementerian Sekretariat Negara sebelum kembali finish di Plaza Bhinneka Tunggal Ika.

    Acara turut dimeriahkan oleh penampilan grup musik The Soulful dan dipandu oleh Melanie Putria, Puteri Indonesia 2022. Peserta yang hadir berasal dari berbagai wilayah seperti Kalimantan dan Jawa, serta dari luar negeri seperti Jepang dan Malaysia.

    Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, memberikan semangat kepada seluruh peserta sebelum perlombaan dimulai.

    “Semoga Bapak/Ibu semua dapat menikmati Ibu Kota Nusantara dan juga kita berlari dengan aman, kita utamakan keselamatan. Ayo kita lari!,” ujar Agung.

    Sementara itu, General Manager SwissĂ´tel Nusantara, Chrestian Pesik, menilai IKN memiliki potensi besar menjadi destinasi sport tourism di masa depan.

    “Kami ingin Ibu Kota Nusantara ini lebih banyak dikenal orang. Jalur pelari steril dan sangat bersih. Pemerintah sangat support acara ini. Kami sangat terkesan dengan ini. Ke depan harapannya nomor lari yang kita lakukan lebih jauh lagi, mudah-mudahan tahun depan kita bisa mengadakan full marathon pertama di Ibu Kota Nusantara,” ucap Pesik.

    Melanie Putria juga mengungkapkan kekagumannya setelah melihat langsung perkembangan IKN.

    “Ini kali pertama aku hadir di IKN dan menyaksikan langsung betapa indahnya dan betapa majunya perkembangan IKN. Rasanya bangga banget dan beyond happy. Bisa melihat langsung ke sini itu next level yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” ujarnya.

    Salah satu pelari half marathon asal Balikpapan, Aulia Muhammad, mengaku menikmati pengalaman berlari di kawasan Nusantara.

    “Alhamdulillah cuacanya mendukung. Treknya enak dan bagus. Antusiasme pelari juga bagus, ketika start juga on-time . Tidak terasa lari di sini tiba-tiba sudah 20 kilo,” kata Aulia.

    Penyelenggaraan Half Marathon Run perdana ini sekaligus menandai semakin terbukanya akses jalan baru di kawasan KIPP 1B dan 1C yang mendukung konektivitas kawasan inti pemerintahan. Infrastruktur yang terus berkembang di IKN diharapkan mampu menciptakan ruang publik yang aktif, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat citra Nusantara sebagai kota masa depan yang sehat dan layak huni.

    Humas Otorita Ibu Kota Nusantara


Top