HUT RI, News, Pemerintahan
![]() |
| Gerakan pembagian 10 juta bendera di Kukar berlangsung di Taman Puja Sera, Tenggarong (Foto: Fairuz) |
TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) turut ambil bagian dalam Gerakan Nasional Pembagian dan Pengibaran 10 Juta Bendera Merah Putih di seluruh Indonesia sebagai bagian dari rangkaian menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI yang berlangsung di Taman Puja Sera, Tenggarong, Senin (10/8/2026) pagi tadi.
Gerakan yang dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21 Adji Muhammad Arifin, Sekda Sunggono, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda dan berbagai tokoh ini bertujuan untuk membangkitkan semangat nasionalisme masyarakat sekaligus mengenang 81 tahun perjalanan kemerdekaan Indonesia.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, khusus bagi Kukar, momentum kemerdekaan harus dimaknai tidak hanya melalui pengibaran bendera, tetapi juga sebagai semangat untuk membangun daerah agar semakin mandiri dan berkembang.
"Semangat kemerdekaan kita maknai sebagai semangat kebangkitan Kutai Kartanegara," ujar Aulia.
Menurutnya, semangat tersebut diharapkan mampu mendorong Kukar menjadi daerah yang semakin mandiri, maju dan sejahtera, sekaligus mampu meningkatkan kebahagiaan masyarakat.
Aulia juga menyampaikan, Gerakan Nasional Pengibaran 10 Juta Bendera Merah Putih menjadi momentum untuk membakar semangat nasionalisme masyarakat dalam menyambut 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia berharap semangat tersebut dapat menjadi energi bersama agar Kutai Kartanegara terus berkembang dan mampu menjadi salah satu barometer pembangunan nasional.
Di sisi lain, Aulia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat. Menurutnya, masyarakat tidak boleh mudah terpecah belah oleh berbagai isu, termasuk dinamika politik yang dapat memengaruhi hubungan antarelemen masyarakat.
Ia menegaskan soliditas antara Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kesultanan Kutai Kartanegara, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas serta keberlanjutan pembangunan daerah.
"Jangan sampai kita mudah dipecah belah oleh isu-isu politik. Kita harus tetap bersatu," tegasnya.
Persatuan tersebut, lanjut Aulia, juga diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan yang saat ini dihadapi Kutai Kartanegara.
Sejumlah persoalan seperti kondisi keuangan daerah, kemarau panjang yang berdampak terhadap sektor pertanian, potensi gagal panen, hingga ancaman bencana kebakaran menjadi tantangan yang membutuhkan kerja sama seluruh pihak.
"Kita harus tetap bersatu menghadapi berbagai tantangan yang ada, termasuk persoalan keuangan daerah, kemarau panjang, gagal panen, maupun bencana kebakaran," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Aulia juga kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam mewujudkan program "Kukar Idaman" sebagai salah satu acuan pembangunan daerah.
Menurutnya, pembangunan Kukar membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh masyarakat sehingga berbagai program yang telah dirancang pemerintah dapat berjalan dan memberikan manfaat secara luas.
Sementara itu, terkait pembagian bendera Merah Putih, Aulia menyebut jumlah keseluruhan bendera yang akan dibagikan masih dalam proses pendataan.
Namun, Pemkab Kukar menargetkan gerakan tersebut dapat menjangkau seluruh kecamatan hingga desa dan kelurahan di wilayah Kukar.
"Perkiraan tidak kurang dari 500 ribu bendera akan dibagikan kepada masyarakat," jelasnya.
Ia berharap semangat Gerakan Nasional Pembagian dan Pengibaran 10 Juta Bendera Merah Putih tidak hanya terasa di Tenggarong maupun pusat-pusat pemerintahan kecamatan, tetapi juga sampai ke pelosok desa dan kelurahan.
"Harapannya, gerakan ini dapat tersosialisasi dengan baik dan semangatnya dapat tergelorakan di seluruh penjuru Kabupaten Kutai Kartanegara," ungkapnya.
Dengan demikian, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kukar diharapkan tidak sekadar menjadi momentum seremonial, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya persatuan, nasionalisme dan semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus melanjutkan pembangunan daerah.
Dalam kegiatan gerakan 10 juta bendera merah putih ini, Bupati Kukar juga membagikan perlengkapan sekolah gratis kepada siswa baru mulai dari jenjang PAUD, SD, dan SMP yang merupakan salah satu program dedikasi dari Kukar Idaman terbaik. (*)
Migas, News, Pertamina Hulu Mahakam

Balilkpapan – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menerima kunjungan kehormatan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Balikpapan yang meninjau fasilitas operasi migas lepas pantai Bekapai, sekitar 60 km lepas pantai arah utara dari Kota Balikpapan, pada 22 Juli 2026. Kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama dan sinergi dalam pengamanan aset hulu migas PHM sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas) sekaligus memastikan keberlangsungan operasi yang aman, andal, dan ramah lingkungan guna mendukung ketahanan energi nasional.
Pada kesempatan kunjungan tersebut, General Manager PHM Setyo Sapto Edi menyambut langsung kunjungan Komandan Lanal Balikpapan Letkol Laut (P) Rudhiro Pratomo S.A.P. dan tim. Turut hadir Kepala SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) Haryanto Syafri, beserta jajaran manajemen SKK Migas Kalsul.
Setyo menjelaskan, keberhasilan operasi hulu migas tidak hanya ditentukan oleh keandalan fasilitas dan kompetensi pekerja, namun juga oleh sinergi yang kuat antara perusahaan, regulator, dan aparat keamanan, termasuk TNI AL, karena keamanan merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan operasi hulu migas. “Sebagai pengelola aset hulu migas yang merupakan Obvitnas, PHM membutuhkan sinergi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk SKK Migas dan TNI Angkatan Laut, agar operasi dapat berjalan secara selamat, andal, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini sangat penting dalam melindungi aset strategis negara sekaligus menjaga pasokan energi nasional," ujar Setyo.
Sebagai salah satu fasilitas produksi lepas pantai strategis di Wilayah Kerja (WK) Mahakam, Bekapai memiliki peran penting dalam mendukung produksi minyak nasional. Di tengah tantangan pengelolaan lapangan migas yang telah memasuki fase mature field, PHM terus mengoptimalkan operasi melalui penerapan budaya keselamatan yang kuat, pemeliharaan aset yang andal, inovasi operasional, serta penguatan sistem keamanan untuk memastikan keberlangsungan produksi secara aman dan efisien.
Kepala SKK Migas Kalsul, Haryanto Syafri, menyampaikan apresiasi atas kinerja PHM yang terus menjaga keberlangsungan operasi dan memberikan kontribusi terhadap produksi migas nasional. Menurutnya, salah satu kunci menghadapi tantangan operasi pengelolaan lapangan migas yang telah berproduksi selama puluhan tahun adalah memastikan aspek keamanan dan keselamatan kerja, termasuk penerapan sistem keselamatan pada fasilitas produksi lepas pantai.
Haryanto menambahkan, PHM masih merupakan salah satu kontributor penting dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional. Di tengah tantangan pengelolaan lapangan migas yang telah memasuki fase mature, SKK Migas Kalsul mengapresiasi upaya PHM yang terus menjaga keandalan operasi, mengoptimalkan produksi, serta mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan. “Sinergi yang erat antara SKK Migas, PHM, dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk aparat keamanan, menjadi faktor penting untuk memastikan target produksi migas nasional dapat tercapai secara berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara itu, Komandan Lanal Balikpapan Letkol Laut (P) Rudhiro Pratomo S.A.P. menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan SKK Migas dan PHM dalam menjaga keamanan Obvitnas di wilayah perairan. "Pengamanan Obvitnas merupakan tanggung jawab bersama. TNI Angkatan Laut siap mendukung pengamanan fasilitas operasi lepas pantai melalui koordinasi yang erat, melakukan patroli keamanan, serta langkah-langkah pencegahan terhadap potensi gangguan. Dengan kolaborasi yang kuat, kami berharap operasional PHM dapat terus berjalan dengan aman sehingga mampu mendukung ketahanan energi untuk Indonesia," tegas Rudhiro.
Rangkaian kunjungan diawali dengan safety induction sebagai implementasi komitmen PHM terhadap aspek keselamatan kerja. Setelah itu dilanjutkan pemaparan mengenai kondisi operasional Bekapai, penerapan sistem keselamatan, serta pengelolaan aspek keamanan pada fasilitas produksi lepas pantai yang merupakan bagian dari aset strategis nasional. PHM juga menyampaikan gambaran terkait kegiatan operasional di WK Mahakam, termasuk pengelolaan jaringan pipa migas yang menjadi infrastruktur penting dalam mendukung penyaluran energi nasional.
Melalui kunjungan ini, PHM, SKK Migas, dan TNI Angkatan Laut, menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan keandalan operasi hulu migas. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran produksi energi nasional untuk memberikan kontribusi optimal sekaligus melindungi aset strategis negara sesuai dengan visi perusahaan untuk mendukung keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi untuk ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia. (*)
Hukum, Kriminal, News

KUTAI KARTANEGARA – Kepolisian terus mendalami kasus meninggalnya seorang warga berinisial I di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sejauh ini tidak menemukan bukti maupun petunjuk yang mengarah pada terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Pendalaman dilakukan setelah muncul dugaan adanya kejanggalan dalam peristiwa yang sebelumnya diduga sebagai kecelakaan lalu lintas. Kasus tersebut juga berkaitan dengan aksi pembakaran sebuah warung makan milik warga berinisial S oleh sekelompok pemuda.
Pasca kejadian, personel Ditintelkam Polda Kalimantan Timur (Kaltim) bersama jajaran Polres Kukar dan Polsek Tabang melakukan koordinasi serta pemantauan situasi keamanan di wilayah tersebut.
Dari hasil pemantauan, kondisi kamtibmas di Tabang saat ini dilaporkan aman, tertib dan terkendali. Polisi juga tidak menemukan adanya konsentrasi massa yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Sementara itu, aksi pembakaran warung makan milik S diduga dilakukan sekelompok pemuda dari Kecamatan Tabang. Massa disebut memiliki anggapan bahwa warung tersebut menjual minuman keras yang dianggap berkaitan dengan peristiwa yang menyebabkan meninggalnya I.
Untuk mengungkap rangkaian kejadian secara utuh, Unit Reskrim Polsek Tabang bersama Satreskrim Polres Kukar dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim melakukan penyelidikan.
Pada Minggu (09/08/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA, Polres Kukar juga menggelar perkara di Mako Polsek Tabang. Gelar perkara tersebut dipimpin langsung Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar dan diikuti jajaran Polres Kukar, Polsek Tabang, Ditintelkam Polda Kaltim serta personel Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim.
Dari hasil olah TKP yang dilakukan personel Satlantas, polisi tidak menemukan bukti maupun petunjuk yang mengarah pada kecelakaan lalu lintas dalam peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Sebaliknya, pemeriksaan terhadap sejumlah saksi oleh Unit Reskrim Polsek Tabang menemukan sejumlah petunjuk yang mengarah pada dugaan tindak pidana pengeroyokan.
Temuan tersebut kini menjadi dasar bagi kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap secara terang rangkaian peristiwa serta pihak-pihak yang diduga terlibat.
Atas arahan Kapolres Kukar, Unit Reskrim Polsek Tabang bersama Satreskrim Polres Kukar dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim juga telah melakukan penyelidikan serta mengidentifikasi sejumlah nama yang berpotensi menjadi terduga pelaku.
Kapolres Kukar turut turun langsung ke wilayah Tabang untuk mengecek lokasi pembakaran warung makan dan lokasi meninggalnya korban. Ia juga memimpin langsung gelar perkara sebagai bagian dari upaya memastikan penanganan kasus dilakukan secara objektif.
Selain proses penyelidikan, kepolisian melakukan pendekatan kepada berbagai elemen masyarakat di Tabang, termasuk tokoh adat, tokoh agama dan tokoh pemuda.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran informasi yang tidak sesuai fakta serta mengantisipasi munculnya isu yang dapat memperkeruh keadaan dan mengganggu kerukunan masyarakat.
Polda Kaltim bersama Polres Kukar memastikan proses penyelidikan kasus tersebut akan dilakukan secara profesional berdasarkan alat bukti yang ditemukan di lapangan.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan menyerahkan proses penanganan perkara kepada pihak kepolisian.
Sumber: Humas Polda Kalimantan Timur
