Lingkungan Hidup, News

Kutai Kartanegara – Masyarakat pesisir Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, terus mendorong pelestarian hutan mangrove sebagai benteng alami sekaligus penopang ekonomi lokal. Upaya ini dilakukan melalui kegiatan penanaman dan pembibitan mangrove yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat.
Ditemui pada Jumat (27/03/2026), penggerak swadaya masyarakat Desa Muara Badak Ulu, Ramlan, menyebutkan, mangrove memiliki peran penting dalam melindungi wilayah pesisir serta menunjang kehidupan para petambak. Akar mangrove menjadi habitat berkembang biota laut yang berperan dalam rantai makanan, sekaligus berfungsi sebagai penahan abrasi dan penguat tanggul tambak.
Selain itu, keberadaan mangrove juga mampu menstabilkan suhu di area tambak, sehingga berdampak pada peningkatan hasil panen. Ramlan menjelaskan, tambak yang memiliki mangrove dapat mengalami peningkatan hasil hingga lebih dari 30 persen, meski manfaat tersebut baru terasa setelah beberapa tahun.
Tak hanya dari sisi lingkungan, kegiatan penanaman mangrove juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Mulai dari proses pembibitan, penyediaan polybag, hingga penanaman, semuanya membuka peluang usaha bagi warga setempat.
Kelompok masyarakat juga aktif melibatkan pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas untuk belajar tentang pentingnya mangrove bagi lingkungan. Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Saat ini, program percepatan penanaman mangrove terus didorong dengan metode penanaman sekitar 800 pohon per hektare tambak. Ramlan berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga dan menanam mangrove terus meningkat.
Menurutnya, mangrove merupakan salah satu penyerap karbon terbesar sekaligus penjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Dengan menjaga kelestarian mangrove, kesejahteraan masyarakat pesisir diharapkan terus meningkat seiring terjaganya lingkungan. (*/Fai)
News, PWI
![]() |
| Ketua PWI Kukar Andi Wibowo sampaikan komitmennya di acara silaturahmi bersama Pemkab Kukar (Dok. PWI Kukar) |
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui kepengursan yang baru periode 2025-2028 berkomitmen meningkatkan kompetensi jurnalis di wilayahnya.
Ketua PWI Kukar Andi Wibowo menyampaikan hal tersebut belum lama ini acara buka puasa bersama Pemkab Kukar dengan media mitra Setdakab Kukar dan Diskominfo Kukar, di Cofferal Tenggarong, Senin (16/03/2026) sore.
Baca Juga: Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Dengan Media Mitra Pemkab Kukar, Aulia Ajak Jaga Persatuan
"Kita berkomitmen untuk kedepannya PWI Kutai Kartanegara bisa hadir memberikan kontribusi terutama dalam meningkatkan kapasitas kompetensi teman-teman wartawan," ujarnya.
Pria yang akrab disapa Awi ini mengatakan, ia akan mendorong para jurnalis di Kukar yang belum mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW) agar nantinya dapat mengikuti, mulai dari tingkat muda, madya, hingga utama.
Ditanya kehadiran dan kiprah PWI di Kukar, dirinya mengaku respon masyarakat sangat luar biasa mengingat pers memiliki peran penting sebagai media penyampai informasi.
"Kemudian sebagai penjembantan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, juga sebagai kontrol yang kosntruktif terhadap tata kelola pemerintahan dan pembangunan," kata Awi.
Dia menambahkan, berdasarkan data terbaru, jumlah anggota PWI Kukar saat ini sudah bertambah menjadi 70 orang, baik dari media cetak, online, maupun elektronik.
"Perlu saya sampaikan, ini adalah kepengurusan PWI Kukar yang baru dan dilantik pada tanggal 6 Februari 2026 di Kantor Bupati Kukar. Setelah dilantik kita memang belum melakukan proses realisasi program kerja, tapi kita lakukan penguatan konsolidasi ke beberapa stakeholder yang ada," demikian disampaikannya. (MM)
News, Pemerintahan, Pemkab Kukar
![]() |
| Sunggono sampaikan sambutan Bupati Aulia Rahman Basri saat sholat ied di masjid Jami Hasanoeddin (Dok. Prokom Kukar) |
TENGGARONG — Pelaksanaan sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 di Masjid Jami' Hasanoeddin, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), dipenuhi ribuan jamaah, Sabtu (21/03/2026) pagi tadi.
Sholat ied di masjid tertua di kota Tenggarong ini diawali dengan sambutan Bupati Kukar dr Aulia Rahman Basri yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono.
Dalam sambutan tersebut, Bupati Kukar mengajak seluruh umat Islam menjadikan momentum Idul Fitri sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan, sekaligus sebagai titik awal untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.
Disampaikan bahwa Ramadhan merupakan madrasah rohani yang telah membentuk pribadi yang lebih baik, tidak hanya dalam aspek ibadah personal, tetapi juga dalam kehidupan sosial. Nilai-nilai yang telah ditanamkan selama Ramadhan diharapkan terus tercermin dalam sikap sehari-hari, seperti kedisiplinan, empati, serta kepedulian terhadap sesama.
“Esensi ibadah Ramadhan tidak hanya berhenti pada kesalehan individu, tetapi harus mampu menghadirkan transformasi sosial yang nyata, dengan mempererat persaudaraan dan menjaga harmoni di tengah keberagaman,” ujar Sekda Sunggono membacakan kutipan sambutan tersebut.
Lebih lanjut, Bupati juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai spiritual.
Melalui visi Kukar Idaman Terbaik, pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan berbagai program yang menyentuh kehidupan keagamaan masyarakat. Di antaranya program “Terima Kaseh Guru Ngaji Ku” yang memberikan insentif bagi guru mengaji, imam, khatib, dan marbot, serta program dukungan bagi majelis taklim dan kelompok selawat.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada penguatan pondok pesantren dan sekolah swasta sebagai benteng moral generasi muda, serta penyediaan sarana ibadah yang layak melalui program “Permukiman Idaman Terbaik”.
Lanjut Sekda, masyarakat juga diimbau untuk terus menjaga kondusifitas daerah serta bijak dalam menyikapi arus informasi di era digital. Sikap kritis dan tabayyun dinilai penting guna menghindari penyebaran hoaks yang dapat memecah belah persatuan.
Menutup sambutan ini, Sekda Kukar atas nama Bupati dan Pemkab Kukar menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat, seraya berharap momentum Idul Fitri dapat mempererat silaturahmi dan membawa keberkahan bagi semua.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Minal ‘Aidin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin,” demikian tutup Sekda Sunggono dalam sambutan yang dibacakannya. (*)



